Daftar Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini237
mod_vvisit_counterKemarin348
mod_vvisit_counterMinggu ini585
mod_vvisit_counterMinggu lalu2376
mod_vvisit_counterBulan ini7334
mod_vvisit_counterBulan lalu15609
mod_vvisit_counterSemua203484

Online (20 minutes ago): 10
Your IP: 38.107.179.238
,
Now is: 2012-05-21 15:28

ALBUM

glg-rzl.jpg

Renungan

Buatlah orang lain berdoa untuk anda karena sesungguhnya doa untuk orang lain lebih mudah dikabulkan daripada doa untuk diri sendiri

Example of Category Blog layout (FAQs/General category)
tahu SEDIKIT tentang BANYAK, tahu BANYAK tentang SEDIKIT PDF Print E-mail
Written by pakmansur   
Monday, 31 October 2011 23:05

tahu SEDIKIT tentang BANYAK

tahu BANYAK tentang SEDIKIT

 

Saya tahu sedikit yang tahu sedikit tentang  arti kata di atas

Saya tahu banyak yang tahu sedkit tentang arti kata di atas

Saya tahu banyak yang tahu banyak tentang arti kata di atas

Saya tahu sedkit yang tahu banyak tentang arti kata di atas

 

Saya berharap anda berada pada sedikit yang tahu banyak tentang arti kata di atas. Karena jika banyak yang tahu banyak tentang arti kata di atas itu artinya biasa saja. Tetapi jika sedikit yang tahubanyak tentang arti  kata di atas itu berarti LUAR BIASA.

Baiklah...

Last Updated on Monday, 31 October 2011 23:18
Read more...
 
ORANG KOTA MENJADI ORANG DESA, VICE VERSA PDF Print E-mail
Written by pakmansur   
Tuesday, 12 August 2008 00:18

Seandainya anak muda jaman sekarang masih bisa menemukan acara ”matak”, “ngamet”, atau “Berelah” di setiap kampungnya tentu saja tidak sulit untuk menanamkan jiwa kegotong-royongan. Jika saja tradisi “begibung” selalu dijumpai anak-anak di setiap acara atau pesta maka tidak sulit untuk mengasah rasa kekeluargaan. Namun sekarang tradisi “matak”, “ngamet” dan “berelah” telah digilas gogo rancah dan pembakaran, dan istilah “begibung” telah termakan prasmanan dan standing party. Memang desa telah mengalami perubahan sosial religius sejalan dengan perkembangan era informasi dan teknologi, yang seolah mengikis karakteristik tersebut.

Kalau dulu semua dedare tumpah ke sawah tanpa diundang untuk matak, dengan senang hati sambil “nyaer” dan para teruna sibuk membawa padi untuk dijemur, setelah kering orang tua, teruna, bahkan anak-anak ikut begadang untuk ngamet, beberapa waktu kemudian begadang lagi untuk berelah, semuanya mengalir dengan indah dan mengasyikkan. Semuanya berjalan tanpa uang, hanya dibayar dengan makan bersama. Sungguh nilai sosial yang sangat tinggi disamping keyakinan bahwa membantu orang lain akan mendapatkan pahala/kebaikan. Sebuah paduan sosial religius yang tak akan pernah ada lagi di bumi ini.

Sekarang semua telah berganti. Bukan saja orang desa yang ramai-ramai menjadi urban, tetapi orang-orang desa pun sudah mengganti budaya mereka bak orang kota. Saat ini jangankan tetangga, anak sendirpun harus dibayar untuk membantu orang tuanya. Memang tidak ada lagi kegiatan sosial religius seperti matak, ngamet, atau berelah karena sudah ganti padi gogo rancah, tidak ada lagi palawija karena lebih mengejar tembakau. Dan mungkin hasilnya juga lebih menjanjikan. Tetapi yang sayang adalah mengapa semuanya sekarang berjalan diatas uang tanpa sedikitpun menyentuh nilai sosial apalagi religius.

Last Updated on Saturday, 30 July 2011 16:53
Read more...
 
MENGHITUNG KEKUATAN dan MENGUATKAN PERHITUNGAN PDF Print E-mail
Written by pakmansur   
Monday, 11 August 2008 08:12

Nasib bagaikan anak ayam dalam genggaman kedua tangan di belakang badan kita, sehingga semua orang dihadapan kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi dengan ayam itu, kecuali diri kita sendiri. Seandainya semua orang menganggap anak ayam itu akan mati maka kita bisa menyelamatkannya dengan sekedar meregangkan genggaman, tetapi sebaliknya walaupun semua orang menginginkan anak ayam itu tetap hidup pun tidak akan terjadi manakala genggaman tangan kita eratkan dalam seketika. Begitulah nasip di tangan kita, walalupun hanya takdir Tuhan yang memiliki hidup dan matinya anak ayam itu tetapi genggaman tangan kitalah yang menyebabkannya.

Seorang semeton mengatakan kepada saya bahwa saat ini gumi paer kita sedang giat-giatnya mencari SDM yang akan ditempatkan diposisi-posisi strartegis (baca:posisi basah) dalam pemerintahan. Setengah tidak percaya saya bilang “ah mana mungkin” setahu saya di daerah manapun trendnya adalah team sukses. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kehandalan team sukses seorang calon akan sangat menentukan berhasil tidaknya seorang raja otonomi duduk di atas singgasana rakyatnya. Sehingga manakala sang jagoan berhasil merebut kursinya maka yang lebih berbahagia (baca: lebih berkuasa) adalah team suksesnya, sementara sang raja sibuk melayani permohonan team suksesnya (dan saya tidak akan mengatakan kalau sang raja telah melupakan kebutuhan rakyatnya).

Last Updated on Sunday, 24 July 2011 10:50
Read more...
 
JAUH TAPI DEKAT/DEKAT TAPI JAUH PDF Print E-mail
Written by pakmansur   
Saturday, 07 July 2007 16:54

Kali ini bukan sekedar membalik kalimat, tetapi membalik arah kehidupan. Nanti bukan sebuah kesimpulan, tetapi sebuah jalan keluar. Yang jelas bukan sekedar "Jauh dekat sama saja", tetapi bisa sama bisa beda.

Saya tidak tahu dari mana harus memulai tulisan ini, semua ide dan perasaan seolah gamang menerawang terbang ke awang-awang. Sebenarnya tanpa tulisan inipun segalanya tampak telanjang bahkan tanpa riset investigasipun segala data sudah ada. Yang jelas kehidupan rakyat turun temurun semakin menurun, sedangkan pejabat dan kerabatnya semakin meningkat.

Gajah dipelupuk mata tidak tampak sedangkan semut di seberang lautan tampak, barangkali masih berlaku dalam arti amelioratifnya. Mengapa tidak, kecendrungan untuk mengingat (baca:memperhatikan) kampung halamannya dari tempat yang jauh adalah sebuah keniscayaan, tetapi bukan mustahil (baca:kebanyakan) orang tidak bisa melihat halaman kampungya sendiri.

Ketika saya berada ditempat jauh dari kampung, saya merasakan dan sering mengatakan bahwa kampung saya nun jauh di sana tetapi halaman saya memang di sini, dan ini berarti memberi perhatian yang sama kepada kampung dan halaman. Tetapi manakala saya berada di dekat bahkan dalam kampung, sangat sulit untuk mengatakan inilah kampung halaman saya sendiri, dan ini berakibat saya tidak bisa berbuat banyak kepada kampung dan halaman.

 

Last Updated on Wednesday, 27 July 2011 20:19
Read more...
 


GANTI BAHASA

Indonesian Afrikaans Arabic Catalan Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Danish Dutch English Filipino French German Italian Japanese Korean Persian Portuguese Russian Spanish Thai Turkish Vietnamese

TWITTER

Tidak Ada Yang Abadi Selain Perubahan

Daftar Pengunjung