Daftar Pengunjung







![]() | Hari ini | 245 |
![]() | Kemarin | 348 |
![]() | Minggu ini | 593 |
![]() | Minggu lalu | 2376 |
![]() | Bulan ini | 7342 |
![]() | Bulan lalu | 15609 |
![]() | Semua | 203492 |
Your IP: 38.107.179.236
,
Now is: 2012-05-21 15:39
ALBUM

Renungan
Ketika Allah mencabut nyawa seorang anak kecil yang tidak berdosa sebenarnya Allah tetap berlaku sayang pada alamNya, tukang kebun saja berani mencabut rumput yang baru tumbuh di taman untuk sekedar menjaga keindahan tamannya. |
| HAK PROTOKOLER vs HAK JELATA |
|
|
|
| Written by pakmansur |
| Tuesday, 12 August 2008 17:00 |
|
2014 masih 3 tahun lagi namun hawa politik sudah sedemikian hebohnya, bahkan gemuruhnya mengalahkan dahsyatnya isu KIAMAT 2012. Kasus demi kasus yang membelit negeri ini seolah hilang bak angin lalu, kabar hukum tebang pilih semakin terpinggirkan, kasus korupsi merebak sampai ke warung kopi, Nazaruddin, Gayus, Century, Surat Palsu MK, dan seterusnya mengalir saja tetapi tak berbekas. Dimanakah pemerintah dan penguasa pengawal hak-hak jelata rakyat pemilik negeri. mereka sibuk dengan mempertahankan hak-hak protokolernya tanpa sedikitpun mengingat hak-hak asasi dari kaum jelata. Tentu saja tidak semua pejabat pemerintah seperti itu, masih banyak diantara mereka yang masih saja lantang menyuarakan suara rakyat, akan tetapi saking lantangnya sampai tidak terdengar. Sungguh situasi yang membuat kita tidak tahu dimana kita berada. gerakan demi gerakan telah lahir, partai demi partai dideklarasikan, tak sedikit Satgas telah dibentuk, bahkan Panja, Pansus, dan entah apa namanya... hanya menggambarkan bahwa kita memang jagonya membuat istilah dan institusi. Maka jangan lagi berharap munculnya ratu adil yang memang hanya cerita... mencari kawan saja sulit. Tentu saja berkeluh kesah merupakan bagian dari ketidakmampuan negeri ini. Menyalahkan orang lain atau menyalahkan diri sendiri juga perbuatan yang tidak berguna. Maka sebaiknya kita tetap bergerak di sisi kita masing-masing. Tidak ada orang yang akan bertanggungjawab kecuali diri kita sendiri. Kalau berharap dari orang lain, apalagi harus meminta atau mengajarkan dulu maka sama saja dengan mengajar ikan berenang, paling untung juga mengajarkan burung terbang. Bagaimana menurut anda...
Comments (6)
Powered by !JoomlaComment 4.0 beta2
|
| Last Updated on Wednesday, 27 July 2011 19:49 |
MOST POPULAR
- PELAJAR kecil, pelajaran BESAR
- Susunan Berkala Unsur
- Menentukan Bilangan Oksidasi
- Membuat Software Pembelajaran Mandiri
- RAMADHAN YANG FILANTROFIS
- BUKAN PILIHAN menjadi PELAJAR TERBAIK
- Satu atau Dua Kali Setengah
- BESAR di Tempat Kecil atau Kecil di Tempat BESAR
- JAUH TAPI DEKAT/DEKAT TAPI JAUH
- Bahagia
- BELAJAR jadi SAUDAGAR, SEKOLAH jadi PEMERINTAH
- Melawan Hukum Faraday dengan elektron
- Terima Kasih
- Elearning MIPA
- ORANG KOTA MENJADI ORANG DESA, VICE VERSA











crazy wedding dresses Mabinogi Gold perfect wedding maple story power leveling pick up wow power leveling wedding gowns cabal alz be ur own fairy ffxi gil