|
Ditulis oleh PakMansur
|
|
Rabu, 12 Desember 2007 00:00 |
Guru SD saya pernah bilang bahwa Kg itu digunakan untuk menentukan berat benda padat dan Liter untuk Volume benda cair. Tapi entah mengapa di pasar justru kita sering melihat penjual beras yang menggunakan alat takaran ukuran 1 liter, sebaliknya para penjual minyak goreng menyediakan kemasannya dalam 1 kg. Saya hanya berpikir para penjual ini tidak pernah SD atau saking pinternya mereka membuat satuan yang berbeda atau juga mereka hanya korban dari sist  em ekonomi pasar yang dirancang oleh orang tertentu, dengan tujuan tertentu.
Logika pasar saya mengatakan ini pasti ada untung ruginya, tetapi siapa yang untung dan siapa yang jadi korban? Ataukah kita semua yang rugi. Berbagai pertanyaan itu sebenarnya dengan mudah ditebak oleh kaum awam, tentu saja penjual tidak mau rugi, tetapi apakah pembeli dirugikan ? eeith... jangan sembarang menuduh, awas kena pasal. Yah... lebih aman kita hanya curiga saja.
Sebagai anak sekolahan, sayapun masih ingat dengan berbagai rumus perhitungan yang berhubungan dengan berat. (sebenarnya massa, tetapi karena kita berbicara di atas bumi kita anggap saja massa = berat , kecuali tulisan ini dibaca di atas bulan atau dibawah laut tentu saja perlu klarifikasi lebih lanjut).
Baiklah, kita mulai pelajarannya !
Perhatikan rumus diatas. Dengan data bahwa : Massa jenis air = 1 (berarti massa = volume) Massa jenis minyak <> 1 (berarti massa > volume) Apa hubungannya ? (jangan lantas bilang ”Ah ... teori !”)
Jika harga 1 Kg = 1 Liter maka: Membeli air 1 L atau 1 Kg sama saja (kita akan mendapatkan jumlah yang sama) Membeli minyak 1 L lebih untung dari 1 Kg (karena jumlah dalam liter lebih banyak) Membeli beras 1 Kg lebih untung dari 1 L (karena jumlah dalam Kg lebih banyak)
Sekarang kita lihat faktanya; Seorang penjual minyak akan membeli dari produsen tentu saja dalam Liter (dia untung) Tetapi ketika menjual ke konsumen dia akan membuat kemasan dalam Kg (dia untung lagi) Seorang penjual beras akan membeli dari produsen pasti dalam Kg (dia untung) Dan ketika menjual di pasar dia akan menggunakan takaran 1 Liter (dia untung lagi) Jadi si pembeli seperti kita... kapan untungnya? Yah... rugi terus dong!
Ok. Saya tidak menyimpulkan semua penjual seperti itu, dan sebagai pembeli kitapun berhak menentukan mana dan ukuran apa yang akan kita beli.
|
|
Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 07 Maret 2010 15:31 |